Saham Facebook Anjlok Tajam

Saham Facebook Anjlok Tajam

Diperbarui • 2021-09-21

Pergerakan saham Facebook mengalami penurunan yang sangat signifikan sejak perdagangan pekan lalu dan masih berlanjut hingga hari ini

Perusahaan yang berbasis pada bidang teknologi dan juga media sosial pimpinan Mark Zuckeberg ini mengalami berbagai masalah yang cukup pelik, diantaranya adalah dari regulator telekomunikasi Rusia yang melayangkan denda kepada facebook apabilan konten yang dinilai ilegal di negara tesebut tidak dihapuskan. Selain itu Facebook juga dinilai telah mengabaikan laporan masalah pengguna.

Dari laporan penelitian yang dilakukan oleh The Wall Street Journal, terdapat beberapa masalah yang diangkat, diantaranya: Facebook telah mengabaikan atau mengabaikan masalah kesehatan mental yang disebabkan oleh Instagram, terutama untuk gadis remaja. Facebook tahu tentang masalah ini karena kesimpulan diambil dari penelitiannya sendiri. Perusahaan tidak hanya gagal melakukan perbaikan, tetapi sekarang merencanakan versi Instagram untuk anak-anak di bawah 13 tahun.

Permasalahan tersebut akhirnya membawa facebook untuk dipanggil oleh kongres guna penyelidikan terhadap dampak buruk penggunaan media sosial terhadap anak dan remaja. Dan tentu kasus ini dapat membawa saham facebook tertekan turun pada pekan ini.

Analisa Teknikal

Secara  teknikal pergerakan saham facebook masih berada dalam fase turun yang kuat, hal ini ditunjukkan oleh beberapa indikasi diantaranya:

  • Pergerakan candle daily telah menembus ke bawah garis uptrend line
  • Titik indikator Parabolic SAR dan Fractals telah berada di atas candle daily
  • Indikator stokastik masih bertahan di bawah level 20 
  • Histogram indikator masih berada di bawah garis signal line

Indikasi: Bearish

Strategi: Sell di level 360

Take Profit:351 - 340

Resisten: 363

Stop Loss: 366

Grafik Facebook Timeframe Daily

FACEBOOKDaily 21 sept.png

Note: Harap berhati-hati dalam bertransaksi, harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dari perubahan fundamental ekonomi dan kondisi geopilitik dunia, gunakan perhitungan money management dan risk management yang baik, overlot dan overtrade merupakan penyebab tingginya resiko dalam bertransaksi.

TRADE NOW

Menyerupai

Indeks Nasdaq Akan Terangkat Saham NVIDIA
Indeks Nasdaq Akan Terangkat Saham NVIDIA

Pasar saham Asia bergerak bervariasi pada perdagangan Kamis (22/02/2024), mengikuti sinyal positif dari Nvidia, saham favorit AI, Risalah pertemuan Federal Reserve (FOMC minutes) pada bulan Januari menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan khawatir terhadap risiko

Berita terbaru

Sanggupkan Emas Berlama-lama di Puncak?
Sanggupkan Emas Berlama-lama di Puncak?

XAUUSD naik ke rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin (01/04/2024), di tengah meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga..melanjutkan kenaikan kuat minggu lalu hingga membentuk level puncak baru sepanjang masa

Sebagian Pasar Masih Libur, Yen Stabil di Bawah 152
Sebagian Pasar Masih Libur, Yen Stabil di Bawah 152

Pasar saham Asia sebagian masih libur dan sebagian lagi menguat pada perdagangan Senin (01/04/2024), karena optimisme data pabrikan Tiongkok mendukung..potensi intervensi otoritas Jepang terhadap yen Jepang diperkirakan berada di zona 152 – 155 yen. 

Deposit dengan sistem pembayaran bank lokal DI INDONESIA

Pemberitahuan pengumpulan data

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.

Ditelepon kembali

Manajer kami akan menghubungi Anda

Merubah nomor

Permintaan Anda diterima.

Manajer kami akan menghubungi Anda

Permintaan panggilan balik berikutnya untuk nomor telepon ini
akan tersedia setelah

Jika Anda memiliki masalah mendesak, silakan hubungi kami melalui
Live chat

Internal error. Silahkan coba lagi

Jangan buang waktu Anda – tetap awasi dampak NFP terhadap dolar dan raup profitnya!

Anda menggunakan versi browser lama Anda.

Perbarui ke versi terbaru atau coba yang lain untuk pengalaman trading yang lebih aman, lebih nyaman dan produktif.

Safari Chrome Firefox Opera